Membuat biji jadi kecambah


Beberapa hari yang lalu saya beli jeruk peras. Lalu tergerak untuk punya tanaman jeruk sendiri. Akhirnya tu biji2 jeruk saya kumpulin.

Tapi kalo biji (iya yg bulet2 itu) langsung ditanam maka probability tumbuhnya kok kayanya tipis ya (berdasarkan pengalaman sendiri).

Akhirnya saya konsultasi dengan Pak Syamsul.. Atas saran beliau bijinya saya taruh diatas kapas basah.. Dan diamkan sampai tunas muncul dari biji.. Ohiya.. Kapasnya dijaga jangan sampai kering tapi airnya jangan sampai menggenang juga.

Saya pun melakukan hal yang beliau sarankan.. Dan..

image

Ini udah hari ke 3 dan secara sepintas lalu sih masih begitu begitu aja tuh biji..

Tapi…

Setelah diperhatikan baik2.. Ada beberapa biji yang pecan Dan didalamnya ada tunas muda.. Belum menyembul sih.

image

Yoshhh jadi makin semangat basahin kapas si biji…

Cepatlah tumbuh biji2 kuuu..

image

Solo trip : masjid raya bandung – gedung merdeka


Solo trip bukan berarti saya ke solo tapi artinya saya jalan2 solo alias sendiri.. Jalan2 sendiri.

Waktu : rabu 20 Mei 2015 Sekitar jam 10an

Sebenarnya udah lama saya bercita2 ke masjid raya Bandung. Kepengen banget liat rumput di pelataran masjidnya yang sering di posting orang2 di sosmed. Akhirnya di hari rabu pagi, setelah izin ama suami (yg lagi rapat di kantornya) saya keluar hotel dengan tujuan ke masjid raya bandung.  Bermodal liat2 GMaps di hape, saya dengan pede nanya sama tukang parkir depan hotel bagaimana cara ke masjid raya bandung di jalan asia afrika.  Eh si abang malah nawarin dianter naik motor aja. Saya sebagai turis yang ga mau repot setuju aja dianter, apalagi kata kang parkirnya terserah saya mau bayar berapa.  Akhirnya saya dianter pakai motor dari jl riau ke jl asia afrika. Sampai di jln asia afrika saya inisiatif minta berhenti di gedung merdeka (museum asia afrika). Akhirnya saya turun disitu. Padahal kan awalnya cuma mau ke masjid. Maksud hati mau masuk museum.. Entah mengapa ga jadi.  Malah saya jalan terus ke arah masjid raya (mungkin krn tujuan utamanya memang ke masjid ya). Selain itu udah jam 11.30an juga, mungkin sebaiknya solat dzuhur dulu di masjid. Jalan lumayan jauh.. Sekitar 200 meteran. Yang membuat perjalanan jadi berat adalah panas matahari di siang bolong. Sekitar 10 menit kemudian saya sampai juga di depan pelataran masjid.. Langsung terpampang rumput hijau bak permadani, ramai dipakai bermain anak2, ibu2 dan orang2 lagi selfie. Padahal lagi panas2nya dan ga ada kanopi atau atap atau pohon jadi rumputnya terpajan sinar matahari langsung. Tapi ada aja yg aktifitas disitu. Satu lagi yang saya perhatikan, semua yang menginjak rumput rupanya tidak pakai alas kaki. Saya coba juga lepas sandal dan injak rumput.. Rasanya hangat banget (kaya karpet habis dijemur seharian). Setelah puas mengagumi rumputnya, saya beranjak masuk masjid.  Kesan pertama saya adalah masjidnya ramai sekali. Kalau anak2 main diluar ya wajarlah. Tapi saat itu di dalam masjid banyak anak kecil berlarian kesana kemari. Saya pun duduk bersandar pada sebuah tiang masjid. Selain anak lari2 ada juga lelaki2 lagi tidur, bapak2 cukur jenggot (dalam masjid) dan sekelompok ibu2 berseragam kayanya habis pengajian atau arisan.

Ga kelihatan sih anak kecil pada lari2an

Ga kelihatan sih anak kecil pada lari2an

Pandangan menyapu seisi ruangan. Saya pun menemukan tempat wudhu.. Rupanya wudhunya di lantai bawah. Turun 1 lantai. Tempat wudhu standar lah.. Mirip2 at tin Rupanya ruangan ramai tadi bukan area sholat. Karena jika masuk lebih dalam maka akan bertemu ruangan lain yg lebih kecil dan berpemisah.

Area solat perempuan

Area solat perempuan

Disini lebih tenang. Di pintu masuknya ada tempat peminjaman mukena. For free of course Selesai solat saya kembali ke rerumputan di pelataran. Foto2 sebentar dan berjalan2 sebentar diatas rumput.

Rumput masjid raya

Rumput masjid raya

Puas kepanasan saya lalu jalan ke museum konferensi asia afrika. Pas sampe sana jam 12.15 an.. Museumnya tutup ternyata, lagi istirahat jam 12-13.  Saya pun nyari tempat makan dulu nunggu museumnya buka. Jam 13.30 saya kembali dan museum sudah dibuka. Tiket masuk ga ada.. Cuma isi buku tamu aja di front officenya.. Nama alamat dan tujuan datang ke museum

Patung Bung Karno dan delegasi negara peserta KAA

Patung Bung Karno dan delegasi negara peserta KAA

Mesin ketik

Mesin ketik

Area display

Area display

Selain diorama dan barang peninggalan KAA ( mesin tik, kartu anggota panitia, kursi rapat dll), di dinding banyak dipasang poster dalam kaca yang menceritakan latar belakang kenapa diadakan KAA, mengapa hanya negara2 Asia dan Afrika, apa hubungan KAA dan negara adidaya macam Amerika saat itu. Tapi ga usah saya jelaskan disini.. Soalnya panjang bangeedd

Keterkaitan konferensi kolombo dengan KAA

Keterkaitan konferensi kolombo dengan KAA

Ruang Konferensi

Ruang Konferensi

Gong KAA

Gong KAA

Salah satu selasar di luar rg konferensi

Salah satu selasar di luar rg konferensi

Dari ruang display (yg banyak poster dan barang2 peninggalan. Ga tau nama asli ruangnya apa. Ruang display itu sebutan dari saya) saya beranjak ke ruang konferensi. Tapi sebelum sampai disitu ada ruang audiovisual, di dalam ditayangkan testimoni saksi2 hidup saat KAA dilangsungkan. Dari ruang audivisual saya ke ruang konferensi. Dari ruang konferensi saya ke ujung.. Ruang terakhir sebelum pintu keluar yaitu ruang merchandize.

Ada merchandize jugaa

Ada merchandize jugaa

Pintu masuk dan keluar tidak sama. Keluarnya dari sisi samping belakang gedung yang menghadap ke sungai ( ga tau namanya apa).

Depan pintu keluar gedung merdeka

Depan pintu keluar gedung merdeka

Nah.. Selesai sudah petualangan saya hari itu. Saya telp kang parkirnya biar dijemput kembali ke hotel. Sejarah ada karena ditulis.. Maka biar pengalaman saya ke gedung merdeka jadi sejarah maka saya tulis di sini.


Bola itu bundar

Tapi

Bundar tidak selalu bola

Darah itu merah

Tapi

Merah bukan berarti darah

Angin itu sejuk

Tapi

Sejuk tidak selalu beranginberangin

Engkau adalah aku

Tapi

Aku bukanlah dirimu

Senen 9.10pm 16/05/15

ANEH


bismillahirohmanirrohiim

Saya merasa aneh saat saya mendengar bahwa sekarang ada tes masuk SD (mungkin sudah lama tapi saya batru tahu). Tesnya berupa membaca, menulis dan berhitung. jadi “calon anak SD”  sudah harus bisa membaca, berhitung dan mengaji. 

Saya adalah orang yang berpikiran sederhana. Begitu mengetahui fenomena ini saya langsung terpikir. Apakah sekolah tersebut tidak mampu mengajarkan anak yang buta huruf lancar membaca? apakah sekolah itu tidak mampu mengajarkan berhitung dan mengaji? atau mereka hanya tidak mau repot melakukannya? Memang,  mengajar membaca tidak sama dengan melatih lancar membaca. tentunya butuh usaha lebih untuk membuat anak anak ini hafal semua huruf, bisa melafalkannya dengan baik dan menggabungkan huruf menjadi kata.

Apa sih yang mereka (pengajar2 SD) itu sampai-sampai mengajar membaca saja TIDAK MAMPU (saya anggap ga mampu ya,, saya kan husnuzan).

Kesal juga saya dibuatnya. Namanya aja SD, sekolah dasar. Ya fungsinya menanamkan nilai nilai dan pengetahuan dasar. Mestinya ada kebanggaan tersendiri saat pengajar2 itu bisa menjadikan seorang anak buta huruf menjadi lancar membaca.

Kadang yang konyol adalah orang tua murid merasa bangga dengan sistem sekolah seperti itu. “Oh berarti anak saya anak terpilih, anak pintar, karena tidak semua anak bisa lolos tes seleksi masuk SD itu.” 

Yah saya cuma bisa berharap tidak semua sekolah seperti  itu. Menolak menerima murid ‘bodoh’ dan hanya mau menerima murid ‘pintar’. Kalau sudah seperti ini saya akan menyimpulkan sekolah tersebut pengajarnya bodoh karena tidak bisa mendidik murid menjadi pintar.

 

 

Fenomena urban di bulan Ramadan


Bismillahirohmanirrohiim

berikut ini saya paparkan beberapa fenomena urban (walaupun ga cuma ditemukan di daerah kota, tapi biar keren aja saya namai urban) yang terjadi di bulan Ramadan: 

awal ramadan: manusia manusia usia produktif akan menulis “marhaban ya Ramadhan” pada profile smartphone maupun akun sosial media. Lepas magrib Mesjid akan penuh biasanya sampai 4 shaf. jalanan macet karena tukang ta’jil, pembeli dan anak muda yang cuma jalan2 cuci mata liat2 ta’jil tumpah ruah di jalanan. 

 

pertengahan ramadan : manusia usia produktif akan sibuk menulis “kapan ni bukber?” atau “bukber + reuni SMP xx/ SMA xx angkatan sekian/ fakultas angkatan sekian” foto2 bukber di food court mall2 atau resto2 di Mall biasanya akan menyusul status reuni tsb. padahal yang datang ke reuni ya yang itu2 juga, yang tingkat kesuksesan hidupnya mirip sama yang upload status, bagi yang kurang sukses ga akan datang reuni dan bagi yang lebih sukses biasanya ga punya waktu ikutan reuni. Teman2 wanita mulai memasang pengumuman pemesanan kue lebaran baik itu melalui FB, twitter, BC, kertas yang diedarkan waktu kuliah umum dsb. yang getol pamer ibadah biasanya akan nulis “bismillah hari ini juz sekian” biasanya kalau sampai nulis status begini maka jumlah ngajinya minimal sesuai dengan hari ramadhan (misal malam ke 11 dia udah juz 12).

akhir ramadan :

terjadi penurunan signifikan pada jumlah jamaah masjid, yang ibu2 sibuk buat kue, yang udah cuti dalam perjalanan pulang kampung dan yang remaja udah bosen ngeceng di mesjid di awal ramadan. isi mesjid cuma nenek2, kakek2, imam tetap, marbot sama orang2 yang ga bisa mudik karena alasan profesionalisme (tau sendiri lah). Jalanan mulai ga begitu macet karena tukang ta’jil sudah jauh berkurang, punahnya tukang ta’jil diduga kuat karena mudik ke kampungnya atau sibuk bikin kue lebaran di rumah. beberapa pegawai negeri bahkan sudah ga ada di tempat sebelum cuti bersama tiba (kelakuan abdi negara).  

 

sekian dulu, saya cuma iseng ngepos begini, belum bisa mudik walaupun kangen berat sama keluarga, tapi insyaallah tanggal 7 agustus saya pulang ke Depok. 

mohon maaf lahir batin.. sampai jumpa lagi

Demam Dengan Ruam


Demam pada anak, menurut WHO dapat diklasifikasikan menjadi demam disertai tanda lokal, demam tanpa disertai tanda lokal, demam dengan ruam dan demam lebih dari tujuh hari. untuk demam disertai tanda lokal WHO lebih lanjut membaginya menjadi :

  • Campak
  • Campak jerman
  • Eksantema subitum
  • Scarlet fever
  • Demam berdarah dengue

Ruam yang munculdengan demam dapat dibedakan menjadi makular eritem (herpes virus, epstein barr, dengue virus, salmonella thypii), makulopapular eritem (rubella, mumps, measles) dan vesikel eritematosa ( varicella, herpes simpleks).

Pada campak jerman (rubella) demam yang ada tidak begitu tinggi, terdapat ruam makulopapular di seluruh tubuh dan pembesaran kelenjar limfe general. Pada roseola (eksantema subitum) gejala prodromal yang terjadi tidak begitu khas, demam tidak tinggi dan disertai gejala yang melibatkan saluran pernapasan atas seperti rinorea ringan, faringitis. Gejala gastrointestinal seperti muntah dan diare dapat ditemukan. Pada kebanyakan kasus demam akan hilang setelah 3-5 hari dan ruam akan muncul setelahnya. Ruam pada roseola akan muncul pertama kali pada batang tubuh dan seiring perkembangan akan meluas hingga ke wajah dan ekstremitas (centrifugal).

Scarlet fever disebabkan oleh bakteri Streptokokus Alpha Hemolitikus. Gejala prodromal penyakit ini menyerupai measles dan demam dengan ruam lainnya. Keterlibatan saluran pernapasan atas sangat mencolok pada scarlet fever, contoh ditemukannya faringitis dan lidah yang tertutup selaput dengan papil yang membengkak sehingga menyerupai stroberi. Ruam yang muncul dapat terjadi setelah gejala prodromal selesai. Ruam muncul pertama kali pada area leher dan akan menyebar ke ekstremitas dan seluruh tubuh. Wajah jarang terkena lesi ruam scarlet fever.

Pada measles terdapat keterlibatan mukosa mata, saluran pernapasan atas dan saluran gastrointestinal. Gejala klinis yang khas pada measles adalah konjungtivitis, coryza dan cough (batuk). Ruam yang terjadi pada measles berawal dari area retroaurikular dan menyebar ke leher lalu dada dan ekstremitas secara sefalokaudal. Koplik spot adalah salah satu manifestasi khas pada measles. Koplik spot merupakan kumpulan dari eksudat serous dan sel endotel seperti yang ditemukan pada lesi di kulit, namun berlokasi pada mukosa mulut.

PS: jangan percaya 100 persen sama tulisan saya. Crosscheck dengan textbook seperti nelson sangat dianjurkan! 🙂

sumber :

pedoman penatalaksanaan anak di RS WHO Depkes

slide kuliah anak jaman koas 😛

Nelson dikit2